Menjaga Nalar Kritis, Arsip Memori, dan Kedaulatan Pengetahuan
Penerbit independen, jurnalisme investigasi berintegritas, dan kurator arsip budaya yang menolak hegemoni algoritma dangkal dan konsorsium modal.
Di tengah banjir informasi digital berorientasi klik dan algoritma platform media sosial yang memecah konsentrasi, buku berbobot dan jurnalisme investigasi independen menjadi benteng terakhir akal sehat publik.
Laci ini mengumpulkan para penerbit mandiri, ruang jurnalisme presisi, dan pengarsip musik/sastra yang konsisten menjaga mutu literasi publik, menerjemahkan wacana kritis global, dan merawat memori kolektif bangsa tanpa bergantung pada konglomerasi media.
“Siapa yang merawat ruang diskursus kritis, literatur berbobot, dan arsip kebudayaan di tengah banjir informasi instan?”
MARJIN KIRI
“Hegemoni Teori Kritis Tanpa Konglomerasi: Mengapa Penerbit Independen Pinggiran Jakarta Menjadi Rujukan Utama Naskah Kiri Global?”
Membuktikan bahwa naskah teori kritis, historiografi dekolonial, dan filsafat berat dapat mempertahankan model bisnis mandiri selama dua dekade tanpa bergantung pada konsorsium ritel arus utama.

PROJECT MULTATULI
“Runtuhnya Tembok Iklan Komersial: Mungkinkah Jurnalisme Investigasi Bertahan Sepenuhnya dari Hibah Publik dan Dana Komunitas?”
Membuktikan bahwa jurnalisme investigasi nalar publik dapat beroperasi bebas intervensi oligarki dengan mengandalkan sistem keanggotaan publik (membership) dan konsorsium riset nirlaba.

KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA
“Anomali Saintifik di Tengah Konglomerasi: Bagaimana KPG Mempertahankan Otonomi Naskah Non-Fiksi Berat di Bawah Naungan Korporasi Raksasa?”
Imprint di bawah konglomerasi media nasional yang menjaga integritas intelektual dengan merilis seri terjemahan sains murni, antropologi, dan sejarah kritis tanpa terjebak komersialisasi instan.

TEMPO MEDIA
“Kekuatan Ruang Berita Independen: Bagaimana Majalah Berita Mingguan Mengarungi Turbulensi Sensor Sejarah Sejak 1971?”
Membuktikan ketahanan model ruang berita investigasi tertua di Indonesia yang tetap berdiri di atas asas kepemilikan karyawan dan standar verifikasi faktual ketat.

MOJOK.CO & BUKU MOJOK
“Satire sebagai Senjata Publik: Mengapa Platform Esai Santai dari Sleman Mampu Mengonversi Pembaca Digital Menjadi Pembeli Buku Sastra?”
Diskursus sosial-politik satire dapat bertransformasi menjadi divisi penerbitan buku fisik yang laris tanpa mengorbankan bobot literer.

MALAKA PROJECT
“Teori Kritis dan Filsafat Kerap Terjebak di Menara Gading Kampus”
Mematahkan elitisme akademis dengan mentransformasikan diskursus sains sosial, ekonomi politik, dan logika filsafat ke dalam konten media digital berbasis riset mendalam yang dikonsumsi jutaan pemuda.

BUMILANGIT
“1.200 Karakter Komik Adiwira Indonesia Tercecer dan Terancam Lapuk”
Menyelamatkan dan mengonsolidasikan lebih dari 1.200 pustaka karakter adiwira dan pendekar komik klasik Indonesia sejak 1954 ke dalam ekosistem penerbitan komik modern dan semesta sinema terpadu.
IRAMA NUSANTARA
“Ribuan Piringan Hitam Master Musik Indonesia Rusak Dimakan Rayap”
Mengembangkan situs pengarsipan digital musik populer Indonesia terbesar yang memburu, merestorasi fisik, dan mendigitalisasi ribuan rilisan piringan hitam era 1920 - 1980 yang terbengkalai untuk diakses publik secara gratis.
POST SANTA
“Etalase Sastra di Lantai Pasar Tradisional: Mungkinkah Kios Seluas Tiga Kali Tiga Meter Merevolusi Ekosistem Penerbitan Mikro?”
Membuktikan kios pasar tradisional dapat menjadi simpul diplomasi sastra alternatif yang menghubungkan penulis Asia Tenggara, penerbit mikro independen, dan komunitas pembaca kuratorial.
BUKU AKIK
“Toko Buku Arus Utama Kian Sepi Tergilas Ritel Daring”
Mentransformasi distribusi buku sastra, filsafat, dan pemikiran independen dari citra berat dan eksklusif menjadi ritual membaca yang intim dan estetis melalui kurasi personal di media sosial.