Wastra & Manufaktur Etis | Jakarta / Kanekes, Banten
“Menjembatani isolasi geografis dan aturan kultural ketat suku Baduy Luar dengan mentransformasikan kain tenun serat kasar menjadi mantel struktural tanpa merusak filosofi tabu adat Kanekes.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, rantai pasok lokal, dan daya dobrak bagi ekosistem mandiri.
Kelahiran LEKAT berakar dari kegelisahan mendalam terhadap lanskap industri di Jakarta / Kanekes, Banten dan sekitarnya. Mematuhi batas teritorial adat Baduy, tidak pernah memaksa suku Baduy Dalam menenun di luar ketentuan leluhur dan hanya bermitra dengan perempuan Baduy Luar. Tampil di London Fashion Week dan Tokyo Fashion Week dengan pola potongan nol limbah (zero-waste patchwork). LEKAT hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan membuktikan bahwa potensi daerah mampu melahirkan standar baru yang mandiri dan berdaya tawar tinggi.
Melalui pendekatan kerja yang berakar pada kearifan dan disiplin mutu, LEKAT mengintegrasikan ekosistem hulu hingga hilir. Penenun perempuan Baduy Luar di Desa Kanekes, Lebak, Banten; tenun gedogan lantai panggung; benang katun pintal manual dengan pewarna nabati endemik Banten Selatan. Langkah ini bukan sekadar strategi produksi, melainkan ikhtiar merawat martabat pekerja lokal serta menjaga keaslian material nusantara tanpa kompromi.
Dampaknya terlihat nyata pada karya-karya terkurasi yang mereka hasilkan. Menjembatani isolasi geografis dan aturan kultural ketat suku Baduy Luar dengan mentransformasikan kain tenun serat kasar menjadi mantel struktural tanpa merusak filosofi tabu adat Kanekes. Keberadaan LEKAT menegaskan bahwa keunggulan nilai tidak lahir dari peniruan formula luar, melainkan dari keberanian mendalami konteks sosial, kekayaan material, dan kearifan ekologis nusantara secara konsisten.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Memulai eksplorasi bahan baku dan uji coba formulasi di Jakarta / Kanekes, Banten, menegaskan komitmen untuk tidak bergantung pada rantai pasok impor.
Membangun jaringan kemitraan erat bersama perajin dan komunitas lokal, menerapkan uji kendali mutu berstandar ketat, dan merilis karya unggulan perdana.
Menjadi tolok ukur integritas karya di sektor Wastra & Manufaktur Etis, membuktikan keberlanjutan model bisnis etis yang menguntungkan ekosistem lokal.
Karya autentik terkurasi dengan standar mutu dan ketertelusuran bahan baku lokal di Jakarta / Kanekes, Banten.

Karya autentik terkurasi dengan standar mutu dan ketertelusuran bahan baku lokal di Jakarta / Kanekes, Banten.

Beroperasi tanpa kompromi bahan sintetis melalui model farm-to-closet bersertifikasi B Corp pertama di Indonesia yang mengontrol 100% ketertelusuran bahan baku dari tanah petani regeneratif.
Mengombinasikan motif naratif kontemporer dengan protokol sirkularitas terukur yang mengolah limbah pra dan pasca-konsumsi tekstil kembali menjadi benang tenun fungsional.

Mentransformasikan tradisi tenun gedogan (backstrap loom) menjadi unit usaha mandiri berdaya saing global yang menekan angka perdagangan orang dan migrasi buruh migran ilegal perempuan Toraja dan Mamasa.