Guru Besar Kedokteran Tropis UGM, Pemimpin Riset Wolbachia & Top 100 Tokoh Berpengaruh Versi TIME
“Sains yang paling canggih sekalipun akan mandul bila tidak disambut dengan rasa percaya oleh warga di gang-gang kampung. Mengalahkan demam berdarah dimulai dari dialog kopi sore bersama para ibu kader kesehatan.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Prof. dr. Adi Utarini adalah sosok ilmuwan kesehatan masyarakat dan peneliti kedokteran tropis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berhasil memimpin salah satu uji klinis paling sukses dalam sejarah pengendalian penyakit menular di dunia. Sebagai pemimpin Proyek Aplikasi Nyamuk Wolbachia (World Mosquito Program Yogyakarta), perempuan yang akrab disapa Prof. Uut ini memimpin tim peneliti multi-disiplin selama hampir satu dekade.
Uji klinis acak terkendali (Randomized Controlled Trial) berskala luas yang dilakukannya di Yogyakarta membuktikan bahwa pelepasan nyamuk *Aedes aegypti* yang disuntik bakteri alami *Wolbachia* berhasil menurunkan kasus penularan demam berdarah dengue (DBD) hingga 77% dan menurunkan rawat inap rumah sakit hingga 86%. Hasil riset monumental ini dipublikasikan di *The New England Journal of Medicine* (NEJM) dan diadopsi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Atas pencapaian ilmiah yang menyelamatkan jutaan nyawa anak-anak dari ancaman DBD, Prof. Adi Utarini dinobatkan oleh majalah TIME sebagai salah satu dari 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia (TIME100) dan masuk dalam daftar 10 Ilmuwan Berpengaruh Dunia versi jurnal *Nature*.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Menyelesaikan studi doktoral di Umeå University Swedia dan dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM.
Memimpin uji klinis nyamuk ber-Wolbachia di Yogyakarta yang membuktikan efektivitas penurunan kasus DBD hingga 77%.
Meraih pengakuan dunia sebagai ilmuwan terkemuka dan memandu perluasan program pelepasan Wolbachia di kota-kota endemik Indonesia.
Studi ilmiah acak terkendali efektivitas Wolbachia yang menjadi standar emas rujukan penanganan DBD global oleh WHO.
Panduan integrasi riset ilmiah biomedis mutakhir dengan pendekatan sosiologis kader posyandu dan tokoh masyarakat kampung.
Inisiatif pertunjukan piano klasik swadaya Prof. Uut untuk penggalangan dana riset kanker dan beasiswa mahasiswa kedokteran.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Studi ilmiah acak terkendali efektivitas Wolbachia yang menjadi standar emas rujukan penanganan DBD global oleh WHO.
Panduan integrasi riset ilmiah biomedis mutakhir dengan pendekatan sosiologis kader posyandu dan tokoh masyarakat kampung.
Catatan Prof. Adi Utarini tentang bagaimana pendekatan kultural dan transparansi informasi memenangkan kepercayaan warga.
Baca Esai LengkapRefleksi Prof. Adi Utarini tentang pentingnya riset berorientasi pemecahan masalah riil masyarakat kelas bawah.
Baca Esai Lengkap