Co-founder & CEO Du'Anyam (Pemberdayaan Kriya Anyaman Lontar & Kesehatan Ibu-Anak NTT)
“Menganyam daun lontar di pelosok Flores Timur bukan sekadar melestarikan seni kriya etnik, melainkan instrumen memutus rantai kemiskinan dan malnutrisi ibu-anak melalui kedaulatan ekonomi perempuan.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Setelah menyelesaikan studi di Harvard T.H. Chan School of Public Health di Amerika Serikat, Azalea Ayuningtyas (akrab disapa Ayu) memilih tidak menetap di luar negeri. Ia langsung terjun ke pelosok Flores Timur, Nusa Tenggara Timur—daerah dengan angka kematian ibu melahirkan dan malnutrisi anak yang sangat tinggi.
Ayu menyadari bahwa akar masalah malnutrisi pada ibu hamil adalah kemiskinan struktural: ibu-ibu desa tidak memiliki penghasilan tunai mandiri untuk membeli makanan bergizi. Melihat potensi keahlian menganyam daun lontar yang diwarisi turun-temurun, Ayu bersama rekan-rekannya mendirikan Du'Anyam pada 2014.
Du'Anyam menghubungkan ribuan ibu penganyam lontar di pelosok NTT dengan pasar B2B perhotelan, korporasi nasional, hingga suvenir resmi Asian Games. Keuntungan penjualan dialokasikan langsung untuk makanan bergizi, pemeriksaan kehamilan rutin, dan beasiswa anak. Ayu membuktikan kekuatan wirausaha sosial: mengubah anyaman daun lontar menjadi penyelamat nyawa generasi masa depan.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Merintis Du'Anyam di pelosok NTT bersama Melia Winata dan Hanna Keraf, mengorganisir puluhan ibu penganyam daun lontar pertama.
Du'Anyam terpilih sebagai merchandise resmi Asian Games 2018 dan Ayu masuk dalam daftar bergengsi Forbes 30 Under 30 Asia.
Memberdayakan lebih dari 1.500 perempuan perajin anyaman di NTT, Papua, dan Kalimantan Barat serta meluncurkan platform B2B kriya.
Brand kriya sosial yang memasok produk anyaman berkualitas tinggi untuk sektor hospitality global dan suvenir korporasi.
Program pemberian paket nutrisi protein dan pendampingan posyandu bagi keluarga penganyam di desa terpencil Flores.
Aplikasi manajemen produksi dan pencatatan kas bagi ribuan kelompok perajin kriya akar rumput di berbagai provinsi.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Brand kriya sosial yang memasok produk anyaman berkualitas tinggi untuk sektor hospitality global dan suvenir korporasi.
Program pemberian paket nutrisi protein dan pendampingan posyandu bagi keluarga penganyam di desa terpencil Flores.
Kisah transformatif para ibu penganyam di Flores Timur yang kini mandiri secara finansial dan mampu membiayai kesehatan anaknya.
Baca Esai LengkapPentingnya standardisasi mutu dan kontrol kualitas presisi agar produk perajin desa mampu bersaing di pasar hotel bintang lima.
Baca Esai Lengkap