TELAAH EDITORIAL

Pakar Hukum Tata Negara, Co-founder PSHK & Dosen STHI Jentera

Bivitri Susanti

Kutipan Redaksi

“Hukum yang kehilangan etika dan integritas bukan lagi instrumen keadilan, melainkan senjata bagi penguasa untuk melegitimasi kesewenang-wenangan secara legalistik.”

++++
Bivitri Susanti
POTRET FIGURKURASI REDAKSI
REKAM JEJAK

Narasi & Gagasan

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.

Ketika manipulasi hukum (autocratic legalism) kian marak digunakan oleh penguasa untuk memuluskan kepentingan dinasti dan pelemahan lembaga demokrasi, Bivitri Susanti hadir sebagai salah satu suara akademisi hukum paling lantang dan tanpa kompromi di Republik ini. Sebagai alumnus Fakultas Hukum UI dan peraih gelar doktor dari University of Washington, ia menolak menutup mata di balik menara gading kampus.

Bersama rekan-rekannya, Bivitri mendirikan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) serta Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera—sebuah institusi pendidikan hukum yang dirancang khusus untuk mencetak pendekar hukum yang berpihak pada keadilan warga, bukan sekadar pelayan birokrasi korporasi. Keterlibatannya dalam film dokumenter investigasi Dirty Vote membongkar secara telanjang bagaimana instrumen negara disalahgunakan demi mempertahankan kekuasaan.

Bagi warga sipil dan generasi muda, ketajaman analisis Bivitri mengajarkan hal paling fundamental: bahwa undang-undang bukanlah kitab suci yang kebal kritik, dan kewarganegaraan yang berdaulat menuntut keberanian untuk terus menguji apakah hukum masih berpihak pada rakyat banyak.

FILOSOFI & ARAH PERJUANGAN
“

Hukum yang kehilangan etika dan integritas bukan lagi instrumen keadilan, melainkan senjata bagi penguasa untuk melegitimasi kesewenang-wenangan secara legalistik.

CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA

SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN

1998 — 2000

REFORMASI & PENDIRIAN PSHK

Turun dalam gelombang reformasi 1998 dan mendirikan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) untuk mengawal reformasi konstitusi dan peradilan.

2011 — 2015

PENDIRIAN STHI JENTERA

Memelopori pendirian Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera guna mereformasi kurikulum pendidikan hukum berbasis etika, integritas, dan advokasi publik pro bono.

2024 — 2026

INVESTIGASI DIRTY VOTE & ADVOKASI KONSTITUSI

Menjadi narasumber kunci dalam film dokumenter investigasi Dirty Vote yang ditonton puluhan juta warga, membedah kecurangan pemilu struktural dan pembajakan mahkamah konstitusi.

PORTOFOLIO & KONTRIBUSI

Karya & Kontribusi

KARYA TERPILIH
Lembaga Riset & Advokasi Reformasi Hukum

PSHK (Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia)

Think tank independen yang memproduksi analisis kritis rancangan undang-undang dan pengawasan kinerja legislasi parlemen.

Institusi Pendidikan Hukum Transformatif

STHI Jentera (Sekolah Tinggi Hukum Indonesia)

Kampus hukum alternatif yang mendidik praktisi dan akademisi hukum berintegritas tinggi dengan beasiswa penuh bagi aktivis masyarakat sipil.

Karya Audio-Visual & Pendidikan Publik

Dokumenter Investigasi: Dirty Vote

Film dokumenter independen yang mengungkap anatomi manipulasi hukum tata negara dan penggunaan instrumen kekuasaan dalam pemilu.

KATALOG PRODUK & INISIATIF

Inisiatif & Produk Warga

Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.

PSHK (Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia)
Lembaga Riset & Advokasi Reformasi Hukum

PSHK (Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia)

Think tank independen yang memproduksi analisis kritis rancangan undang-undang dan pengawasan kinerja legislasi parlemen.

Estimasi Harga / Akses:Riset Independen & Pro-Bono
Dukung Inisiatif
STHI Jentera (Sekolah Tinggi Hukum Indonesia)
Institusi Pendidikan Hukum Transformatif

STHI Jentera (Sekolah Tinggi Hukum Indonesia)

Kampus hukum alternatif yang mendidik praktisi dan akademisi hukum berintegritas tinggi dengan beasiswa penuh bagi aktivis masyarakat sipil.

Estimasi Harga / Akses:Program Sarjana & Beasiswa Penuh
Dukung Inisiatif
RUANG REDAKSI

Jurnal & Wawasan

Semua Esai Redaksi →
HUKUM TATA NEGARA•8 Menit Membaca

Autocratic Legalism: Bagaimana Penguasa Menggunakan Pasal Hukum untuk Membungkam Demokrasi

Membedah cara kerja otoritarianisme baru yang tidak lagi memakai moncong senjata, melainkan manipulasi pasal regulasi dan mahkamah peradilan.

Baca Esai Lengkap
KONSTITUSI & ETIKA•7 Menit Membaca

Etika Bernegara yang Hilang: Mengapa Mahkamah Konstitusi Harus Direbut Kembali oleh Rakyat

Refleksi kritis atas runtuhnya marwah penjaga konstitusi dan bagaimana gerakan warga sipil bisa merawat api perlawanan moral.

Baca Esai Lengkap