Jurnalis Investigasi, Pendiri Watchdoc & Penggagas Ekspedisi Indonesia Baru
“Jurnalisme investigasi bukan sekadar memberitakan peristiwa di permukaan, melainkan keberanian berpihak pada rakyat tertindas dan mengusik rasa nyaman kekuasaan yang lalim.”
%3Aquality(80)%2Fhttps%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F20140520ags25_1630428089.jpg&w=3840&q=75)
Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Dandhy Dwi Laksono adalah jurnalis investigasi independen yang memilih keluar dari kemapanan industri televisi komersial demi melahirkan jurnalisme audio-visual yang mengakar pada realitas penderitaan rakyat. Melalui rumah produksi Watchdoc Documentary, Dandhy membuktikan bahwa karya dokumenter berdaya dobrak tinggi bisa diproduksi secara mandiri di bawah model koperasi pekerja media.
Karya-karyanya—mulai dari Samin vs Semen, Sexy Killers, Rayuan Pulau Palsu, hingga Ekspedisi Indonesia Baru (perjalanan keliling nusantara menggunakan sepeda motor)—menjadi saksi bisu atas perampasan ruang hidup petani, perusakan hutan oleh oligarki tambang batu bara, dan luka sejarah Papua. Film-filmnya diputar swadaya di ribuan pos ronda, balai desa, pematang sawah, dan kampus tanpa bergantung pada jaringan bioskop korporasi.
Bagi generasi muda, konsistensi Dandhy selama puluhan tahun adalah kompas moral jurnalisme presisi: bahwa kamera dan pena adalah senjata perlawanan warga untuk menolak tunduk pada pembodohan publik dan represi kekuasaan.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Mendirikan Watchdoc bersama Andhy Panca Kurniawan sebagai rumah produksi dokumenter independen berbadan hukum koperasi pekerja media.
Mengelilingi Indonesia dengan sepeda motor merekam konflik agraria, melahirkan dokumenter Sexy Killers yang ditonton lebih dari 35 juta kali dan mengubah wacana energi nasional.
Menerima penghargaan prestisius Ramon Magsaysay Award 2021 atas nama Watchdoc dan meluncurkan Ekspedisi Indonesia Baru memotret ekonomi sirkular dan ketahanan warga pelosok.
Rumah produksi dokumenter independen yang telah memproduksi lebih dari 200 film investigasi lingkungan, agraria, dan hak asasi manusia.
Investigasi keterkaitan antara tambang batu bara di Kalimantan, PLTU di Pulau Jawa, dan gurita bisnis elit politik nasional.
Perjalanan dokumentasi keliling Nusantara memetakan kearifan lokal, energi terbarukan mandiri desa, dan kedaulatan pangan warga adat.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Rumah produksi dokumenter independen yang telah memproduksi lebih dari 200 film investigasi lingkungan, agraria, dan hak asasi manusia.
Investigasi keterkaitan antara tambang batu bara di Kalimantan, PLTU di Pulau Jawa, dan gurita bisnis elit politik nasional.
Catatan refleksi Dandhy Laksono tentang bagaimana lisensi terbuka (Creative Commons) meruntuhkan monopoli informasi korporasi.
Baca Esai LengkapPembedahan mendalam atas biaya ekologis dan kemanusiaan di balik kemilau ekspor komoditas ekstraktif nasional.
Baca Esai Lengkap