Komika Filosofis Rimba, Penjelajah Pegunungan & Dokumentator Kearifan Tradisi Desa
“Gunung tidak pernah menuntut kamu menjadi siapa-siapa. Di atas ketinggian tiga ribu meter, kamu cuma sebutir debu di hadapan keagungan semesta. Berjalanlah dengan rendah hati.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Dzawin Nur Ikram mengukir jalur yang sangat berbeda dari kebanyakan figur industri hiburan perkotaan. Lahir di Bogor dan menimba ilmu di Pondok Pesantren serta Jurusan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dzawin memulai karier publiknya lewat panggung Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 4) dengan materi satire santri yang segar dan cerdas.
Ketika panggung komedi komersial mulai membuatnya jenuh, Dzawin mengambil ransel dan memilih jalan petualangan rimba. Lewat kanalnya 'Markas Petualang', ia mendaki puncak-puncak gunung tertinggi nusantara dan dunia (termasuk Himalaya), mendokumentasikan keindahan alam liar sekaligus membedah filsafat hidup sunyi di ketinggian.
Karyanya bukan sekadar video traveling estetik; Dzawin menyajikan jurnalisme perjalanan berbasis dialog mendalam dengan para kuli panggul (*porter*), petani lereng gunung, dan penjaga mata air pedalaman—mengajarkan generasi muda untuk menghargai bumi dan tradisi lokal dengan kerendahan hati.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Meraih posisi 3 besar SUCI 4 Kompas TV dan memenangkan panggung komedi internasional Maharaja Lawak Mega di Malaysia.
Meninggalkan panggung studio televisi dan mendokumentasikan ekspedisi pendakian gunung ekstrem serta kehidupan warga lereng.
Menyelesaikan pendakian di pegunungan Himalaya dan mengampanyekan etika pendakian bebas sampah (Zero Waste Mountaineering) di seluruh nusantara.
Dokumentasi audio-visual pendakian gunung dengan narasi sastrawi yang menyorot kearifan lokal masyarakat lereng pegunungan.
Gerakan edukasi masif kepada ribuan pendaki muda untuk membawa pulang kembali sampah plastik dari atas gunung.
Kumpulan esai reflektif tentang kesunyian alam, perenungan spiritual, dan perjumpaan dengan masyarakat adat terpencil.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Dokumentasi audio-visual pendakian gunung dengan narasi sastrawi yang menyorot kearifan lokal masyarakat lereng pegunungan.
Gerakan edukasi masif kepada ribuan pendaki muda untuk membawa pulang kembali sampah plastik dari atas gunung.
Bagaimana dinginnya malam di tenda gunung mengajarkan arti kesederhanaan dan kepasrahan hidup seorang manusia.
Baca Esai LengkapMengapa kita wajib memanusiakan para warga lokal yang memikul beban di jalur-jalur pendakian rimba nusantara.
Baca Esai Lengkap