Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Lahir di Tasikmalaya dan menyelesaikan studi Filsafat di Universitas Gadjah Mada dengan skripsi legendaris tentang Pramoedya Ananta Toer, Eka Kurniawan menjelma menjadi salah satu novelis terbesar Indonesia yang diakui dunia internasional sebagai penerus tradisi sastra realisme magis Gabriel García Márquez.
Novel-novel mahakaryanya—mulai dari 'Cantik Itu Luka' (Beauty Is a Wound yang diterjemahkan ke lebih dari 35 bahasa dunia), 'Lelaki Harimau' (Man Tiger yang masuk nominasi Man Booker International Prize 2016), hingga 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas'—mengawinkan mitologi rakyat, kekerasan politik era kolonial dan Orde Baru, serta humor gelap yang membedah kebrutalan masyarakat dengan keindahan bahasa sastra yang luar biasa.
Dianugerahi Prince Claus Award di Belanda, Eka Kurniawan membuktikan bahwa sastra Indonesia berakar pada kedalaman tanah kelahirannya mampu memukau dan mengguncang kanon sastra dunia.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Menerbitkan novel debut Cantik Itu Luka yang merekonstruksi sejarah kelam bangsa lewat tokoh Dewi Ayu di kota fiktif Halimunda.
Novel Lelaki Harimau masuk dalam daftar panjang penghargaan sastra paling bergengsi di dunia, Man Booker International Prize.
Menerima Prince Claus Award dari Kerajaan Belanda atas kontribusi sastra dan aktif membina penerbitan independen lokal.
Epik sastra yang mengisahkan sejarah kekerasan Indonesia dari masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga pembantaian 1965.
Pembedahan mendalam tentang kemiskinan perdesaan, kekerasan domestik, dan mitos harimau gaib yang diakui dunia internasional.
Kisah tentang impotensi, trauma kekerasan Orde Baru, dan pencarian cinta sejati yang diadaptasi menjadi film pemenang Golden Leopard di Locarno.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Epik sastra yang mengisahkan sejarah kekerasan Indonesia dari masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga pembantaian 1965.
Pembedahan mendalam tentang kemiskinan perdesaan, kekerasan domestik, dan mitos harimau gaib yang diakui dunia internasional.
Pembedahan karya Cantik Itu Luka dalam membongkar kekerasan militerisme dan trauma korban yang dibungkam.
Baca Esai LengkapPentingnya menyerap bahasa percakapan rakyat jelata dan dinamika jalanan ke dalam karya sastra.
Baca Esai Lengkap