Sastrawan, Pengarang Realisme Magis Indonesia & Nomine Man Booker International Prize

Eka Kurniawan

Kutipan Redaksi

“Menulis sastra adalah cara merebut kembali ingatan sejarah dan luka rakyat jelata yang coba dikubur dan dimanipulasi oleh kekuasaan yang lalim.”

++++
Eka Kurniawan
POTRET FIGURKURASI REDAKSI
REKAM JEJAK

Narasi & Gagasan

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.

Lahir di Tasikmalaya dan menyelesaikan studi Filsafat di Universitas Gadjah Mada dengan skripsi legendaris tentang Pramoedya Ananta Toer, Eka Kurniawan menjelma menjadi salah satu novelis terbesar Indonesia yang diakui dunia internasional sebagai penerus tradisi sastra realisme magis Gabriel García Márquez.

Novel-novel mahakaryanya—mulai dari 'Cantik Itu Luka' (Beauty Is a Wound yang diterjemahkan ke lebih dari 35 bahasa dunia), 'Lelaki Harimau' (Man Tiger yang masuk nominasi Man Booker International Prize 2016), hingga 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas'—mengawinkan mitologi rakyat, kekerasan politik era kolonial dan Orde Baru, serta humor gelap yang membedah kebrutalan masyarakat dengan keindahan bahasa sastra yang luar biasa.

Dianugerahi Prince Claus Award di Belanda, Eka Kurniawan membuktikan bahwa sastra Indonesia berakar pada kedalaman tanah kelahirannya mampu memukau dan mengguncang kanon sastra dunia.

FILOSOFI & ARAH PERJUANGAN
“

Menulis sastra adalah cara merebut kembali ingatan sejarah dan luka rakyat jelata yang coba dikubur dan dimanipulasi oleh kekuasaan yang lalim.

CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA

SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN

2002

PELUNCURAN CANTIK ITU LUKA

Menerbitkan novel debut Cantik Itu Luka yang merekonstruksi sejarah kelam bangsa lewat tokoh Dewi Ayu di kota fiktif Halimunda.

2016

NOMINASI MAN BOOKER INTERNATIONAL PRIZE

Novel Lelaki Harimau masuk dalam daftar panjang penghargaan sastra paling bergengsi di dunia, Man Booker International Prize.

2018 — 2026

PRINCE CLAUS AWARD & PENDIRIAN JURNAL SASTRA

Menerima Prince Claus Award dari Kerajaan Belanda atas kontribusi sastra dan aktif membina penerbitan independen lokal.

PORTOFOLIO & KONTRIBUSI

Karya & Kontribusi

KARYA TERPILIH
Mahakarya Sastra Realisme Magis Indonesia

Novel: Cantik Itu Luka (Beauty Is a Wound)

Epik sastra yang mengisahkan sejarah kekerasan Indonesia dari masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga pembantaian 1965.

Karya Sastra Tragedi & Mitologi Psikologis

Novel: Lelaki Harimau (Man Tiger)

Pembedahan mendalam tentang kemiskinan perdesaan, kekerasan domestik, dan mitos harimau gaib yang diakui dunia internasional.

Karya Sastra Satir Maskulinitas & Kekerasan

Novel: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Kisah tentang impotensi, trauma kekerasan Orde Baru, dan pencarian cinta sejati yang diadaptasi menjadi film pemenang Golden Leopard di Locarno.

KATALOG PRODUK & INISIATIF

Inisiatif & Produk Warga

Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.

Novel: Cantik Itu Luka (Beauty Is a Wound)
Mahakarya Sastra Realisme Magis Indonesia

Novel: Cantik Itu Luka (Beauty Is a Wound)

Epik sastra yang mengisahkan sejarah kekerasan Indonesia dari masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga pembantaian 1965.

Estimasi Harga / Akses:Rp 85.000 — Rp 185.000
Dukung Inisiatif
Novel: Lelaki Harimau (Man Tiger)
Karya Sastra Tragedi & Mitologi Psikologis

Novel: Lelaki Harimau (Man Tiger)

Pembedahan mendalam tentang kemiskinan perdesaan, kekerasan domestik, dan mitos harimau gaib yang diakui dunia internasional.

Estimasi Harga / Akses:Rp 85.000 — Rp 185.000
Dukung Inisiatif
RUANG REDAKSI

Jurnal & Wawasan

Semua Esai Redaksi →
KRITIK SASTRA•8 Menit Membaca

Halimunda dan Luka Sejarah: Bagaimana Eka Kurniawan Menuliskan Tragedi Bangsa Lewat Realisme Magis

Pembedahan karya Cantik Itu Luka dalam membongkar kekerasan militerisme dan trauma korban yang dibungkam.

Baca Esai Lengkap
ESTETIKA PENULISAN•7 Menit Membaca

Menulis di Luar Menara Gading: Sastra yang Membumi di Warung Kopi dan Terminal Bus

Pentingnya menyerap bahasa percakapan rakyat jelata dan dinamika jalanan ke dalam karya sastra.

Baca Esai Lengkap