Kritikus Budaya Internet, Analis Wacana Algoritma & Edukator Literasi Media Digital

Eno Bening

Kutipan Redaksi

“Bila lo mengonsumsi konten media sosial tanpa memahami bagaimana algoritma memanipulasi emosi lo, lo bukan lagi pengguna internet—lo adalah produk yang sedang diperjualbelikan kepada pemasang iklan.”

++++
Eno Bening
POTRET FIGURKURASI REDAKSI
REKAM JEJAK

Narasi & Gagasan

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.

Eno Bening Nugroho adalah salah satu pemikir dan kritikus budaya internet paling konsisten dan artikulatif di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan filsafat dari Universitas Indonesia, Eno membedah fenomena media sosial bukan sekadar dari kulit gosip atau drama viral, melainkan melalui kacamata teori media kritis, semiotika, dan ekonomi politik digital.

Lewat kanal YouTube dan platform analisisnya, Eno memelopori rubrik-rubrik pembedahan wacana yang mengedukasi ratusan ribu kreator dan penikmat konten digital tentang bahaya *echo chamber*, radikalisasi algoritma, perang klik (*clickbait*), serta manipulasi psikologis di balik tren internet modern.

Sebagai pendidik literasi media, Eno berperan sebagai benteng akal sehat bagi generasi muda: mengajak mereka menjadi warganet yang kritis, sadar data privasi, dan mampu memanfaatkan internet sebagai alat pembebasan pengetahuan alih-alih menjadi korban kecanduan layar.

FILOSOFI & ARAH PERJUANGAN
“

Bila lo mengonsumsi konten media sosial tanpa memahami bagaimana algoritma memanipulasi emosi lo, lo bukan lagi pengguna internet—lo adalah produk yang sedang diperjualbelikan kepada pemasang iklan.

CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA

SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN

2012 — 2016

STUDI FILSAFAT UI & ANALISIS KULTUR MEME AWAL

Mendalami filsafat kontemporer di UI dan mulai membedah fenomena meme internet sebagai bahasa komunikasi baru generasi digital.

2017 — 2021

KRITIK BUDAYA YOUTUBE & DEKONSTRUKSI ALGORITMA

Membangun ruang diskursus kritis tentang ekosistem kreator konten, etika monetisasi, dan psikologi konsumsi media di Indonesia.

2022 — 2026

EDUKASI SOSIAL MEDIA LITERACY & WORKSHOP KREATIF

Mengajar literasi algoritma dan etika produksi digital di berbagai kampus, lembaga independen, dan komunitas kreator nusantara.

PORTOFOLIO & KONTRIBUSI

Karya & Kontribusi

KARYA TERPILIH
Video Esai & Kritik Media Digital

Pembedahan Kritis Dinamika Budaya Internet & Algoritma

Rangkaian video esai analitis yang membedah arsitektur psikologi platform media sosial, polarisasi digital, dan manipulasi perhatian.

Kurikulum Pendidikan Literasi Digital

Modul Edukasi 'Social Media Literacy & Digital Awareness'

Panduan praktis bagi orang tua dan remaja untuk menavigasi disinformasi, privasi data, dan kecanduan algoritma di ruang digital.

Siniar Diskursus Pemikiran & Filsafat Media

Siniar Diskursus Pop-Culture & Dekonstruksi Wacana

Dialog mendalam bersama para sosiolog, praktisi teknologi, dan kreator tentang masa depan peradaban internet nusantara.

KATALOG PRODUK & INISIATIF

Inisiatif & Produk Warga

Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.

Pembedahan Kritis Dinamika Budaya Internet & Algoritma
Video Esai & Kritik Media Digital

Pembedahan Kritis Dinamika Budaya Internet & Algoritma

Rangkaian video esai analitis yang membedah arsitektur psikologi platform media sosial, polarisasi digital, dan manipulasi perhatian.

Estimasi Harga / Akses:Karya Budaya / Mulai Rp 75.000
Dukung Inisiatif
Modul Edukasi 'Social Media Literacy & Digital Awareness'
Kurikulum Pendidikan Literasi Digital

Modul Edukasi 'Social Media Literacy & Digital Awareness'

Panduan praktis bagi orang tua dan remaja untuk menavigasi disinformasi, privasi data, dan kecanduan algoritma di ruang digital.

Estimasi Harga / Akses:Karya Budaya / Mulai Rp 75.000
Dukung Inisiatif
RUANG REDAKSI

Jurnal & Wawasan

Semua Esai Redaksi →
KRITIK MEDIA•8 Menit Membaca

Di Balik Tirai Algoritma: Bagaimana Media Sosial Merancang Kemarahan Publik Demi Profit

Pembedahan teori ekonomi perhatian (attention economy) dan mengapa kabar buruk selalu lebih cepat viral dibanding kabar baik.

Baca Esai Lengkap
ETIKA DIGITAL•7 Menit Membaca

Etika Kreator Konten: Batas Antara Menghibur dan Mengeksploitasi Kemiskinan

Kritik tajam terhadap tren 'poverty porn' dan perlunya martabat manusia dijaga di atas target penonton.

Baca Esai Lengkap