TELAAH EDITORIAL

Dosen Filsafat UIN Sunan Kalijaga & Pengampu Ngaji Filsafat Masjid Jendral Sudirman

Dr. Fahruddin Faiz

Kutipan Redaksi

“Filsafat bukan untuk membuatmu merasa lebih tinggi atau lebih pintar dari orang lain, melainkan instrumen agar batinmu lebih jernih, bijaksana, dan tidak mudah menghakimi sesama.”

++++
Dr. Fahruddin Faiz
POTRET FIGURKURASI REDAKSI
REKAM JEJAK

Narasi & Gagasan

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.

Di tengah stigma bahwa filsafat adalah ilmu rumit yang menyesatkan atau elitis, Dr. Fahruddin Faiz mengambil jalan yang sangat unik dan teduh: membawa diskursus filsafat barat dan timur ke dalam serambi masjid. Sejak 2013, ia mengampu forum mingguan Ngaji Filsafat di Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta secara gratis, terbuka, dan inklusif bagi siapa saja.

Dengan gaya tutur berbahasa Jawa-Indonesia yang tenang, penuh analogi keseharian, dan diselingi senyum santun, Fahruddin Faiz membedah pemikiran para filsuf besar—dari Socrates, Al-Ghazali, Rumi, Marcus Aurelius, hingga Jean-Paul Sartre. Rekaman kajiannya yang disebarluaskan secara sukarela di platform digital telah didengar oleh jutaan generasi muda yang sedang mengalami krisis eksistensial, kecemasan mental, dan kejenuhan atas kepalsuan media sosial.

Bagi anak muda di era disrupsi, Fahruddin Faiz adalah oase intelektual dan spiritual: mengajarkan bahwa berpikir kritis tidak harus diiringi kesombongan, dan kebijaksanaan hidup selalu berakar pada kerendahan hati untuk terus belajar menata diri sendiri.

FILOSOFI & ARAH PERJUANGAN
“

Filsafat bukan untuk membuatmu merasa lebih tinggi atau lebih pintar dari orang lain, melainkan instrumen agar batinmu lebih jernih, bijaksana, dan tidak mudah menghakimi sesama.

CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA

SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN

2013

AWAL MULA NGAJI FILSAFAT

Memulai sesi pertama Ngaji Filsafat di serambi Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta bersama segelintir mahasiswa pencari kebenaran.

2017 — 2020

GELOMBANG DIGITAL & OASE GENERASI MUDA

Rekaman kajian menyebar masif di Spotify dan YouTube, menjadikan filsafat sebagai rujukan kesehatan mental dan pencarian makna hidup bagi jutaan anak muda Indonesia.

2021 — 2026

PUBLIKASI KARYA & DIPLOMASI KEARIFAN

Menerbitkan belasan buku filsafat terapan seperti Menjadi Manusia, Menata Jiwa, dan Ihwal Sesat Pikir, memperkuat fondasi nalar sehat di masyarakat akar rumput.

PORTOFOLIO & KONTRIBUSI

Karya & Kontribusi

KARYA TERPILIH
Forum Literasi Intelektual & Kebijaksanaan Publik

Ngaji Filsafat Masjid Jendral Sudirman

Kajian filsafat terbuka gratis yang telah berlangsung lebih dari satu dekade dengan arsip ratusan tema pemikiran dunia.

Karya Tulis & Filsafat Terapan

Buku: Menjadi Manusia, Menata Jiwa

Buku panduan reflektif yang mengawinkan kebijaksanaan tasawuf dengan pemikiran kritis filsafat dalam menavigasi luka batin dan kegelisahan modern.

Panduan Logika & Nalar Sehat

Buku: Ihwal Sesat Pikir (Fallacy Intelektual)

Karya edukatif membedah ragam bias kognitif dan kerancuan berpikir yang sering menjebak debat publik di media sosial.

KATALOG PRODUK & INISIATIF

Inisiatif & Produk Warga

Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.

Ngaji Filsafat Masjid Jendral Sudirman
Forum Literasi Intelektual & Kebijaksanaan Publik

Ngaji Filsafat Masjid Jendral Sudirman

Kajian filsafat terbuka gratis yang telah berlangsung lebih dari satu dekade dengan arsip ratusan tema pemikiran dunia.

Estimasi Harga / Akses:Bebas Biaya (Akses Publik)
Dukung Inisiatif
Buku: Menjadi Manusia, Menata Jiwa
Karya Tulis & Filsafat Terapan

Buku: Menjadi Manusia, Menata Jiwa

Buku panduan reflektif yang mengawinkan kebijaksanaan tasawuf dengan pemikiran kritis filsafat dalam menavigasi luka batin dan kegelisahan modern.

Estimasi Harga / Akses:Rp 85.000 — Rp 185.000
Dukung Inisiatif
RUANG REDAKSI

Jurnal & Wawasan

Semua Esai Redaksi →
FILSAFAT & REFLEKSI•7 Menit Membaca

Menenangkan Batin di Tengah Kegaduhan: Mengapa Filsafat Stoik dan Tasawuf Relevan untuk Generasi Cemas

Menelusuri titik temu antara konsep pengendalian diri Marcus Aurelius dan ketenangan jiwa tasawuf Al-Ghazali.

Baca Esai Lengkap
LOGIKA & DIALEKTIKA•6 Menit Membaca

Bebas dari Jebakan Sesat Pikir: Menjaga Kejernihan Nalar di Era Algoritma Adu Domba

Panduan sederhana mengenali argumentum ad hominem dan false dilemma dalam percakapan publik sehari-hari.

Baca Esai Lengkap