Ketua Yayasan HAkA (Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh) & Whitley Gold Awardee
“Hutan Leuser bukan sekadar bentang alam tropis yang eksotis; ia adalah benteng terakhir tempat 4 spesies kunci bumi hidup berdampingan dan penyangga hidup jutaan warga Aceh dari kepunahan.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Di saat bentang hutan tropis Sumatera terus tergerus oleh ekspansi perkebunan monokultur sawit, tambang, dan proyek jalan ilegal, Farwiza Farhan memilih berdiri di garis depan pertahanan Ekosistem Leuser. Alumnus konservasi lingkungan dari Oxford Brookes University ini menolak menjadi penonton kehancuran rimba kelahirannya di Aceh.
Melalui Yayasan HAkA yang ia dirikan, Farwiza menggabungkan pendekatan litigasi tata ruang hukum yang berani melawan izin-izin industri perusak dengan aksi nyata di lapangan: melatih dan mendampingi ranger perempuan gampong (Mpu Uteun) untuk berpatroli menembus lebatnya hutan, memutus jerat pemburu satwa, dan memulihkan kawasan kritis. Pengakuan internasional—seperti Whitley Gold Award dan masuk daftar TIME100 Next—ia jadikan pengeras suara perlawanan warga lokal di panggung global.
Bagi generasi muda, kepemimpinan Farwiza membuktikan bahwa penyelamatan bumi bukan soal romantisme retorika, melainkan keberanian bertarung di ruang sidang dan ketabahan merawat rimba bersama masyarakat adat.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Mendirikan Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) untuk fokus menjaga dan merehabilitasi Ekosistem Leuser seluas 2,6 juta hektare.
Memenangkan gugatan hukum terhadap izin pembakaran rawa gambut Tripa dan dianugerahi Whitley Gold Award 2022 dari Kerajaan Inggris atas dedikasi konservasi Leuser.
Mengorganisir puluhan kelompok patroli hutan perempuan adat di Aceh, memulihkan ratusan hektare koridor jelajah gajah dan badak sumatera.
Organisasi nirlaba penjaga Ekosistem Leuser yang mengintegrasikan sains data pemetaan satelit, litigasi hukum tata ruang, dan pemberdayaan komunitas.
Kelompok perempuan penjaga hutan pertama di Aceh yang secara mandiri memetakan ancaman perambahan dan melindungi sumber air desa.
Gerakan penyelamatan habitat satwa langka yang menggalang dukungan jutaan warga dunia untuk menolak deforestasi di Kawasan Ekosistem Leuser.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Organisasi nirlaba penjaga Ekosistem Leuser yang mengintegrasikan sains data pemetaan satelit, litigasi hukum tata ruang, dan pemberdayaan komunitas.
Kelompok perempuan penjaga hutan pertama di Aceh yang secara mandiri memetakan ancaman perambahan dan melindungi sumber air desa.
Kisah dari garis depan pertahanan hutan hujan terakhir tempat badak, gajah, orangutan, dan harimau sumatera hidup bersama.
Baca Esai LengkapBagaimana ibu-ibu desa di pedalaman Aceh mengambil peran kepemimpinan menjaga sumber air dan masa depan anak cucu.
Baca Esai Lengkap