Associate Production Designer & Visual Development Artist Walt Disney Animation Studios
“Di balik setiap helai kain, perahu layar, dan motif magis dalam animasi dunia, ada riset budaya berbulan-bulan. Seni visual bukan sekadar gambar indah, melainkan cara kita menghormati jiwa dari tradisi sebuah bangsa.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Karier Griselda Sastrawinata-Lemay di industri animasi Hollywood adalah cerminan dari dedikasi tanpa kompromi pada detail visual dan ketelitian riset budaya. Lahir di Jakarta dan menempuh pendidikan di ArtCenter College of Design Pasadena, Griselda berhasil menembus lingkaran elit studio animasi dunia, dimulai dari DreamWorks hingga dipercaya menjadi Visual Development Artist dan Associate Production Designer di Walt Disney Animation Studios.
Sentuhan artistiknya menjadi nyawa visual di balik film-film animasi legendaris seperti Moana, Frozen II, Raya and the Last Dragon, Encanto, hingga Moana 2. Dalam perancangan kostum karakter dan properti mitologis, Griselda dikenal piawai menggabungkan riset antropologis tenun tradisional kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara dengan teknologi rendering komputasi digital terkini.
Griselda secara konsisten menjadi mentor bagi para ilustrator dan animator muda Indonesia, membuktikan bahwa seniman berakar tradisi lokal memiliki tempat terhormat di panggung sinema animasi global.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Lulus dengan predikat kehormatan di ArtCenter College of Design dan berkontribusi sebagai Visual Development Artist di film Shrek Forever After dan Puss in Boots.
Bergabung dengan Walt Disney Animation Studios, mendesain busana karakter utama Moana, gaun eselsa Frozen II, dan elemen visual Raya.
Dipercaya memimpin departemen desain produksi untuk Moana 2 dan membagikan keahlian industri lewat masterclass animasi di tanah air.
Rancangan visual kostum Tapa cloth, perahu tradisional Wayfinding, dan estetika visual samudera Pasifik.
Eksplorasi motif kain ikat, batik, dan ornamen arsitektur tradisional rumpun Asia Tenggara ke dalam dunia Kumandra.
Lokakarya reguler membimbing ribuan mahasiswa seni rupa dan animator muda nusantara menembus standar studio global.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Rancangan visual kostum Tapa cloth, perahu tradisional Wayfinding, dan estetika visual samudera Pasifik.
Eksplorasi motif kain ikat, batik, dan ornamen arsitektur tradisional rumpun Asia Tenggara ke dalam dunia Kumandra.
Bagaimana riset tekstil kuno dan kebiasaan masyarakat adat diterjemahkan menjadi busana digital yang hidup dan bernyawa.
Baca Esai LengkapKiat menjaga kedisiplinan sketsa harian, etika kerja studio, dan keunikan perspektif lokal dalam berkarya.
Baca Esai Lengkap