Pendiri Gerakan Anak Petani Cerdas & AgroEdu Jampang (Mantan Buruh Migran Pencerah Desa)
“Mantan buruh migran pun mampu mendirikan perpustakaan dan sekolah gratis bagi ribuan anak petani desa; pendidikan adalah satu-satunya kunci memutus rantai kemiskinan antargenerasi.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Terlahir dari keluarga petani miskin di Dusun Sasak, Desa Kalijati, Karawang, Heni Sri Sundani sempat terpaksa merantau ke Hong Kong bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (buruh migran/PRT) demi membantu ekonomi keluarganya. Namun di tengah kerasnya jam kerja mengurus rumah tangga majikan, Heni memanfaatkan hari liburnya untuk menempuh kuliah sarjana di Saint Mary's University Hong Kong hingga lulus dengan predikat cum laude.
Sepulang ke tanah air, Heni menolak menikmati kesuksesan seorang diri. Bersama suaminya, ia mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas dan AgroEdu Jampang di Bogor. Heni menyulap rumahnya menjadi perpustakaan gratis dan pusat belajar bahasa Inggris, komputer, serta pertanian modern bagi ribuan anak petani miskin yang terancam putus sekolah.
Masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia dan diakui sebagai salah satu tokoh paling inspiratif dunia, Heni Sri Sundani membuktikan kekuatan emansipasi pendidikan: mengubah keringat mantan buruh migran menjadi jalan terang bagi ribuan anak desa meraih masa depan gemilang.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hong Kong sembari menyelesaikan gelar sarjana manajemen bisnis dengan predikat kelulusan tertinggi.
Mendirikan komunitas belajar gratis dan perpustakaan desa bagi anak-anak petani di Bogor dan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia.
Mengembangkan agrowisata edukasi AgroEdu Jampang dan membiayai ratusan anak petani binaan menembus universitas negeri terkemuka.
Pusat belajar alternatif yang menyediakan bimbingan literasi, komputer, dan bahasa asing gratis bagi ribuan anak petani di Jawa Barat.
Unit usaha pertanian organik yang menjadi laboratorium belajar bercocok tanam sekaligus menopang operasional sekolah gratis anak petani.
Catatan perjalanan hidup perjuangan buruh migran meraih pendidikan tinggi dan membangun desa kelahirannya.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Pusat belajar alternatif yang menyediakan bimbingan literasi, komputer, dan bahasa asing gratis bagi ribuan anak petani di Jawa Barat.
Unit usaha pertanian organik yang menjadi laboratorium belajar bercocok tanam sekaligus menopang operasional sekolah gratis anak petani.
Perjalanan luar biasa seorang buruh migran belajar di sela-sela mencuci piring demi mengubah nasib anak-anak petani di tanah air.
Baca Esai LengkapPentingnya membekali anak-anak perdesaan dengan keterampilan digital dan bahasa global tanpa mencabut mereka dari kecintaan pada pertanian.
Baca Esai Lengkap