Co-founder & CEO Kata.ai (Pelopor Conversational AI Nusantara)

Irzan Raditya

Kutipan Redaksi

“Sebuah bangsa akan kehilangan kedaulatan ekonominya jika mesin-mesin kecerdasan buatan masa depan tidak mampu memahami bahasa gaul dan dialek informal rakyatnya sendiri.”

++++
Irzan Raditya
POTRET FIGURKURASI REDAKSI
REKAM JEJAK

Narasi & Gagasan

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.

Sepulang menempuh studi Computer Science di University of Applied Sciences di Berlin dan sempat berkarier di ekosistem startup Eropa, Irzan Raditya melihat peluang emas untuk membangun produk deep-tech kecerdasan buatan di tanah kelahirannya.

Pada 2016, Irzan mendirikan Kata.ai—sebuah perusahaan teknologi perintis yang membangun Natural Language Understanding (NLU) komersial pertama yang dirancang khusus untuk membedah dialek informal, bahasa gaul, dan struktur percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia. Platform Kata.ai memproses ratusan juta interaksi percakapan konsumen per bulan untuk korporasi besar telekomunikasi, perbankan, hingga ribuan UMKM.

Irzan membuktikan kepemimpinan wirausaha teknologi muda Indonesia yang mampu membangun deep-tech berstandar global tanpa ketergantungan pada API luar negeri, serta konsisten membuka jalan bagi ekosistem AI nasional.

FILOSOFI & ARAH PERJUANGAN
“

Sebuah bangsa akan kehilangan kedaulatan ekonominya jika mesin-mesin kecerdasan buatan masa depan tidak mampu memahami bahasa gaul dan dialek informal rakyatnya sendiri.

CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA

SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN

2015 — 2016

PENDIRIAN YESBOSS & KELAHIRAN KATA.AI

Merintis layanan asisten virtual YesBoss dan bertransformasi membangun platform B2B Conversational AI Kata.ai.

2017 — 2020

EKSPANSI INDUSTRI ENTERPRISE & KATA PLATFORM

Meluncurkan Kata Platform yang mengotomatisasi interaksi jutaan pelanggan Telkomsel (Veronika), Unilever, dan BCA.

2021 — 2026

INTEGRASI GENERATIVE AI & AI ETHICS POLICY

Mengintegrasikan Generative AI enterprise yang aman dan aktif menyusun peta jalan etika kecerdasan buatan nasional.

PORTOFOLIO & KONTRIBUSI

Karya & Kontribusi

KARYA TERPILIH
Platform B2B Conversational AI Enterprise

Kata.ai Conversational Platform (Mesin NLU Bahasa Gaul)

Infrastruktur pemrosesan jutaan pesan percakapan harian dengan akurasi pemahaman dialek informal Indonesia tertinggi.

Software SaaS Otomasi Layanan Pelanggan

Kata Omnichat & Asisten Cerdas UMKM

Platform perpesanan terpadu berbasis AI yang membantu pengusaha kecil mengelola ribuan pesanan WhatsApp secara otomatis.

Ekosistem Inovasi Deep-Tech

Inisiatif Kolaborasi Komunitas AI Indonesia

Forum lokakarya tahunan yang mempertemukan ratusan insinyur AI lokal untuk berbagi riset terapan kecerdasan buatan.

KATALOG PRODUK & INISIATIF

Inisiatif & Produk Warga

Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.

Kata.ai Conversational Platform (Mesin NLU Bahasa Gaul)
Platform B2B Conversational AI Enterprise

Kata.ai Conversational Platform (Mesin NLU Bahasa Gaul)

Infrastruktur pemrosesan jutaan pesan percakapan harian dengan akurasi pemahaman dialek informal Indonesia tertinggi.

Estimasi Harga / Akses:Freemium / B2B (Mulai Rp 299.000/bln)
Dukung Inisiatif
Kata Omnichat & Asisten Cerdas UMKM
Software SaaS Otomasi Layanan Pelanggan

Kata Omnichat & Asisten Cerdas UMKM

Platform perpesanan terpadu berbasis AI yang membantu pengusaha kecil mengelola ribuan pesanan WhatsApp secara otomatis.

Estimasi Harga / Akses:Akses Terbuka / Donasi Swadaya
Dukung Inisiatif
RUANG REDAKSI

Jurnal & Wawasan

Semua Esai Redaksi →
KECERDASAN BUATAN•7 Menit Membaca

Membedah Bahasa Gaul dengan Algoritma: Bagaimana Kata.ai Mengajari Mesin Mengerti Konteks Percakapan Warga

Tantangan rekayasa NLU saat menghadapi bahasa Indonesia informal yang penuh singkatan, rima gaul, dan kode campur.

Baca Esai Lengkap
STARTUP & DISRUPSI•6 Menit Membaca

Deep-Tech dari Tanah Air: Mengapa Kita Harus Percaya Diri Membangun Infrastruktur AI Sendiri

Pentingnya wirausaha teknologi Indonesia berani berinvestasi pada riset fundamental dan tidak sekadar menjadi agen reseller teknologi luar.

Baca Esai Lengkap