Pendiri Institut Mosintuwu Poso & Penggerak Sekolah Perempuan Perdamaian Desa
“Perdamaian sejati pascakonflik tidak lahir dari ruang seminar elit atau perundingan politisi; ia dibangun dari dapur bersama, kebun pangan, dan lingkaran belajar perempuan lintas agama di desa.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Kala Poso, Sulawesi Tengah, luluh lantak oleh konflik komunal berdarah bernuansa agama pada awal dekade 2000-an yang menyisakan trauma mendalam, dendam antargenerasi, dan segregasi pemukiman warga Muslim dan Kristen, Lian Gogali menolak membiarkan tanah kelahirannya hancur dalam lingkaran kebencian.
Melalui riset magisternya di Universitas Sanata Dharma tentang suara perempuan di wilayah konflik, Lian mendirikan Institut Mosintuwu pada 2009. Ia merintis Sekolah Perempuan Mosintuwu—sebuah ruang perjumpaan aman di mana ibu-ibu Muslim dan Kristen yang dulunya saling bermusuhan duduk melingkar bersama, belajar tentang hak asasi, mengelola lumbung pangan desa, dan membangun koperasi ekonomi bersama.
Dianugerahi Coexist Prize dan Tanenbaum Peacemaker in Action Award, Lian membuktikan bahwa perempuan desa adalah aktor perdamaian paling tangguh: merajut kembali persaudaraan di atas puing-puing konflik melalui gotong royong ekonomi dan kedaulatan budaya lokal.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Mewawancarai ratusan korban konflik komunal Poso dan mendirikan Institut Mosintuwu untuk merajut perdamaian berbasis kedaulatan perempuan desa.
Mengembangkan Sekolah Perempuan di puluhan desa pascakonflik dan mengoperasikan perpustakaan keliling motor pintar menembus pelosok Danau Poso.
Menyelenggarakan Festival Mosintuwu merayakan keanekaragaman pangan lokal dan memimpin advokasi perlindungan Danau Poso dari proyek PLTA eksploitatif.
Organisasi akar rumput terdepan di Sulawesi Tengah yang melatih ribuan perempuan desa dalam advokasi anggaran, kesehatan reproduksi, dan perdamaian.
Kurikulum pendidikan emansipatoris lintas iman yang memulihkan trauma komunal dan membangun solidaritas ekonomi bersama.
Pusat kuliner dan ekowisata berbasis bahan pangan organik lokal Poso yang dikelola bersama oleh perempuan lintas agama.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Organisasi akar rumput terdepan di Sulawesi Tengah yang melatih ribuan perempuan desa dalam advokasi anggaran, kesehatan reproduksi, dan perdamaian.
Kurikulum pendidikan emansipatoris lintas iman yang memulihkan trauma komunal dan membangun solidaritas ekonomi bersama.
Bagaimana Sekolah Perempuan Mosintuwu menyembuhkan luka trauma perang saudara di Sulawesi Tengah.
Baca Esai LengkapPerjuangan warga Danau Poso mempertahankan tradisi menangkap ikan sidat alami dari pengerukan proyek industri.
Baca Esai Lengkap