Pahlawan Reboisasi Mandiri Lereng Gunung Lawu & Bukit Gendol Wonogiri
“Dulu saya dianggap gila karena menukar bibit cengkih berharga dengan bibit beringin yang tak berbuah. Tapi saya tahu, beringin menyimpan air untuk anak cucu, bukan cengkih yang hanya menghasilkan uang sesaat.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Di lereng Bukit Gendol, Desa Geneng, Bulukerto, Wonogiri—kawasan yang dulunya tandus, kering kerontang, dan langganan bencana kekeringan parah setiap musim kemarau—seorang pria bersahaja bernama Mbah Sadiman melakukan aksi tunggal yang mencengangkan akal sehat. Selama lebih dari 28 tahun sejak 1996, ia mendaki bukit terjal setiap hari untuk menanam ratusan ribu pohon beringin secara swadaya.
Di masa-masa awal, warga desa mencemoohnya dan menjulukinya 'orang gila' karena Mbah Sadiman rela menukar bibit cengkih miliknya sendiri dengan bibit pohon beringin dan ipik yang tidak bernilai komersial di mata tengkulak. Namun Mbah Sadiman paham hakikat ekologi: akar beringin yang mencengkeram tanah adalah tandon penyimpan air terbaik di muka bumi.
Kini, berkat ketabahan tunggalnya tanpa pernah meminta gaji dari pemerintah, mata air di Bukit Gendol kembali memancar deras. Air bersih mengalir melimpah ke ribuan rumah warga, mengairi ratusan hektare sawah, dan membebaskan desanya dari jeratan kekeringan abadi. Mbah Sadiman adalah lambang ketulusan ekologis tertinggi Nusantara.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Memulai menanam bibit beringin pertama di lereng bukit tandus yang ludes terbakar hutan, membeli bibit dari hasil barter cengkih miliknya.
Akar ratusan ribu pohon beringin mulai mengunci air tanah; mata air Gendol dan Sendang Unon kembali mengalir jernih setelah puluhan tahun mati.
Menerima penghargaan Kalpataru dan menjadi rujukan konservasi berbasis ketabahan personal yang diliput media internasional (BBC, Reuters).
Hamparan hutan lindung buatan hasil jerih payah tunggal lebih dari 28 tahun menanam 200.000+ pohon beringin yang menghidupkan kembali mata air perdesaan.
Jaringan mata air yang mengairi sawah ribuan keluarga petani di Kecamatan Bulukerto tanpa pungutan biaya pompa.
Pusat pembibitan pohon beringin dan bodi mandiri yang dibagikan Mbah Sadiman kepada pemuda dan relawan pegiat lingkungan.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Hamparan hutan lindung buatan hasil jerih payah tunggal lebih dari 28 tahun menanam 200.000+ pohon beringin yang menghidupkan kembali mata air perdesaan.
Jaringan mata air yang mengairi sawah ribuan keluarga petani di Kecamatan Bulukerto tanpa pungutan biaya pompa.
Pelajaran hidup tentang bagaimana ketulusan aksi di tanah lebih mulia dibanding seribu deklarasi seminar lingkungan hidup.
Baca Esai LengkapRefleksi mendalam tentang makna pengorbanan tanpa pamrih bagi masa depan peradaban anak cucu.
Baca Esai Lengkap