Musisi Folk Kontemplatif, Penulis Lirik Intim & Penutur Kedewasaan Jiwa

Nadin Amizah

Kutipan Redaksi

“Bercerita dengan jujur tentang luka masa kecil dan kecemasan jiwa adalah cara terbaik menyembuhkan diri sendiri sembari memeluk jiwa-jiwa lain yang sedang terluka.”

++++
Nadin Amizah
POTRET FIGURKURASI REDAKSI
REKAM JEJAK

Narasi & Gagasan

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.

Mengawali langkah musikal di usia remaja dan mencuri perhatian panggung nasional lewat kolaborasi dalam lagu 'All Good' bersama Dipha Barus, Nadin Amizah menolak terjebak dalam pusaran musik elektronik komersial dan memilih menempuh jalur musik folk kontemplatif yang sangat personal.

Melalui album debutnya yang monumentil 'Selamat Ulang Tahun' (2020) yang ia rekam dan rilis mandiri di usia 20 tahun, Nadin menulis surat cinta sekaligus refleksi mendalam tentang proses pendewasaan, ketakutan menua, dan rasa terima kasih kepada sang ibu lewat lagu legendaris 'Bertaut'. Karyanya dilanjutkan dengan album 'Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya' yang membedah penerimaan atas cacat cela diri.

Dengan gaya panggung teatrikal vintage yang anggun dan interaksi puitis yang hangat, Nadin Amizah adalah perawat jiwa bagi jutaan remaja dan perempuan muda: membuktikan bahwa kelembutan batin dan kejujuran membuka kerentanan diri adalah kekuatan seni yang paling berdaya magis.

FILOSOFI & ARAH PERJUANGAN
“

Bercerita dengan jujur tentang luka masa kecil dan kecemasan jiwa adalah cara terbaik menyembuhkan diri sendiri sembari memeluk jiwa-jiwa lain yang sedang terluka.

CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA

SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN

2017 — 2019

DEBUT ALL GOOD & AMI AWARDS KARYA TERBAIK

Meraih AMI Awards Karya Produksi Terbaik di usia belia dan merilis single solo puitis Rumpang dan Sorai.

2020

ALBUM SELAMAT ULANG TAHUN & FENOMENA BERTAUT

Merilis album mahakarya Selamat Ulang Tahun bertepatan di hari kelahirannya yang didengar ratusan juta kali dan menjadi himne relasi ibu-anak.

2023 — 2026

KONSER TUNGGAL SELAMAT ULANG TAHUN & ALBUM KEDUA

Menggelar konser tunggal teatrikal megah di Jakarta dan meluncurkan album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya menembus panggung festival Asia.

PORTOFOLIO & KONTRIBUSI

Karya & Kontribusi

KARYA TERPILIH
Karya Musik Folk Akustik & Narasi Keluarga

Album: Selamat Ulang Tahun (Karya Mahakarya Pendewasaan)

Album konsep yang mendokumentasikan rasa terima kasih kepada keluarga dan ketakutan menyongsong usia dewasa.

Musik Folk Teatrikal & Penerimaan Diri

Album: Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya

Eksplorasi emosi tentang mencintai seseorang secara utuh bersama segala trauma dan ketidaksempurnaannya.

Seni Pertunjukan Musikal & Teater Intim

Pertunjukan Konser Teatrikal Selamat Ulang Tahun

Konser megah yang menggabungkan koreografi tari kontemporer, monolog puitis, dan instalasi kamar tidur masa kecil.

KATALOG PRODUK & INISIATIF

Inisiatif & Produk Warga

Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.

Album: Selamat Ulang Tahun (Karya Mahakarya Pendewasaan)
Karya Musik Folk Akustik & Narasi Keluarga

Album: Selamat Ulang Tahun (Karya Mahakarya Pendewasaan)

Album konsep yang mendokumentasikan rasa terima kasih kepada keluarga dan ketakutan menyongsong usia dewasa.

Estimasi Harga / Akses:Rp 350.000 — Rp 650.000
Dukung Inisiatif
Album: Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya
Musik Folk Teatrikal & Penerimaan Diri

Album: Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya

Eksplorasi emosi tentang mencintai seseorang secara utuh bersama segala trauma dan ketidaksempurnaannya.

Estimasi Harga / Akses:Rp 350.000 — Rp 650.000
Dukung Inisiatif
RUANG REDAKSI

Jurnal & Wawasan

Semua Esai Redaksi →
RELASI KELUARGA•7 Menit Membaca

Bertaut: Bagaimana Lagu Cinta Nadin Amizah Memulihkan Jalinan Hati Ibu dan Anak

Refleksi tentang kekuatan lirik Bertaut dalam menjembatani jurang komunikasi antargenerasi di dalam rumah.

Baca Esai Lengkap
KESEHATAN BATIN•6 Menit Membaca

Merayakan Ketidaksempurnaan: Pelajaran Menerima Diri dari Nadin Amizah

Pentingnya berdamai dengan trauma masa lalu dan menolak standar kesempurnaan hidup yang tidak realistis.

Baca Esai Lengkap