Sekretaris Jenderal AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) & Tokoh Adat Toraja
“Masyarakat adat bukan perambah atau penghambat pembangunan; kami adalah penjaga sah tanah leluhur dan benteng pertahanan ekologis terakhir dari kepunahan iklim bumi.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Lahir dan dibesarkan dalam komunitas adat Toraja di Sulawesi Selatan, Rukka Sombolinggi telah menyaksikan sendiri bagaimana tanah ulayat, hutan adat, dan kuburan leluhur masyarakat adat di seluruh pelosok nusantara dirampas secara brutal oleh ekspansi korporasi sawit, tambang, dan proyek infrastruktur atas nama pembangunan.
Sebagai perempuan pertama yang memimpin Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)—organisasi yang menaungi lebih dari 2.500 komunitas adat di Indonesia—Rukka membawa suara perlawanan masyarakat adat ke forum tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia konsisten memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat dan pemetaan jutaan hektare wilayah adat secara mandiri.
Bagi generasi muda yang peduli keadilan sosial, Rukka adalah kompas keteguhan: membuktikan bahwa martabat ruang hidup leluhur adalah harga mati yang tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan modal oligarki.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Terlibat dalam pembentukan AMAN dan memimpin advokasi hak-hak masyarakat adat di forum UN Permanent Forum on Indigenous Issues di New York.
Mengawal putusan bersejarah Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 (Hutan Adat Bukan Hutan Negara) dan terpilih sebagai Sekretaris Jenderal AMAN.
Memimpin pemetaan partisipatif lebih dari 20 juta hektare wilayah adat dan menginisiasi Dana Abadi Nusantara untuk kemandirian ekonomi komunitas adat.
Gerakan masyarakat sipil adat terbesar di dunia yang mengadvokasi pengakuan hukum, perlindungan hutan ulayat, dan sekolah adat.
Lembaga pemetaan wilayah adat berbasis data spasial dan sosial mandiri yang telah mendaftarkan belasan juta hektare tanah leluhur.
Jaringan sekolah adat untuk mengajarkan bahasa ibu, kosmologi tradisi, dan pengelolaan benih pusaka kepada anak-anak muda adat.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Gerakan masyarakat sipil adat terbesar di dunia yang mengadvokasi pengakuan hukum, perlindungan hutan ulayat, dan sekolah adat.
Lembaga pemetaan wilayah adat berbasis data spasial dan sosial mandiri yang telah mendaftarkan belasan juta hektare tanah leluhur.
Analisis Rukka Sombolinggi tentang peran masyarakat adat sebagai penjaga 80% keanekaragaman hayati bumi.
Baca Esai LengkapCatatan kritis atas lambannya kemauan politik negara dalam mengakui hak konstitusional jutaan warga adat.
Baca Esai Lengkap