Pendiri Spedagi, Magno Design & Penggagas Pasar Papringan Temanggung
“Karya berstandar kelas dunia tidak harus lahir dari gedung pencakar langit kota metropolitan; ia bisa berakar kokoh dari pelosok dusun desa tempat kita memuliakan tanah dan bambu sendiri.”
Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Setelah menyelesaikan studi Desain Produk di ITB dan meraih berbagai tawaran karier mapan di kota besar, Singgih Susilo Kartono memilih jalan yang dianggap anomali: pulang ke kampung halamannya di Dusun Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah. Ia menolak anggapan bahwa masa depan cerah hanya milik mereka yang melakukan urbanisasi.
Dari bengkel kerjanya di desa, Singgih merancang radio kayu Magno yang memenangkan penghargaan desain tertinggi dunia seperti Good Design Award Jepang dan Brit Insurance Design of the Year London. Ia kemudian melahirkan Spedagi—sepeda bambu lestari yang telah teruji melintasi rute Paris-Brest-Paris 1.200 km—serta merekayasa sosial revitalisasi perdesaan melalui Pasar Papringan, sebuah pasar kuliner dan kriya tradisional bebas plastik yang menggerakkan perputaran ekonomi miliaran rupiah bagi ratusan warga desa.
Bagi generasi muda, Singgih Susilo Kartono adalah bapak gerakan desa kreatif: membuktikan bahwa kemandirian lokal, kelestarian material bambu, dan desain industri presisi mampu mengangkat harkat desa menjadi mercusuar peradaban dunia.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Merancang radio kayu Magno di Temanggung, diekspor ke puluhan negara dan meraih Good Design Award Jepang serta D&AD Yellow Pencil di London.
Menciptakan sepeda bambu Spedagi berstandar uji Jerman dan menyulap kebun bambu kumuh menjadi Pasar Papringan berbasis koin pring.
Memimpin International Conference on Village Revitalization (ICVRD) dan menduplikasi model ekonomi Spedagi ke berbagai penjuru Indonesia.
Sepeda bambu berstandar internasional yang mengintegrasikan kekuatan serat bambu lokal Temanggung dengan estetika desain modern.
Destinasi ekonomi komunal dua mingguan di tengah kebun bambu yang memberdayakan ratusan ibu-ibu desa menggunakan mata uang koin bambu.
Perangkat audio kayu kerajinan tangan berpresisi tinggi dengan program penanaman kembali pohon untuk setiap kayu yang dipanen.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Sepeda bambu berstandar internasional yang mengintegrasikan kekuatan serat bambu lokal Temanggung dengan estetika desain modern.
Destinasi ekonomi komunal dua mingguan di tengah kebun bambu yang memberdayakan ratusan ibu-ibu desa menggunakan mata uang koin bambu.
Filosofi Singgih Susilo Kartono tentang potensi ekonomi perdesaan yang mandiri dan berdaya saing global.
Baca Esai LengkapBagaimana kebun bambu kotor yang dulunya tempat pembuangan sampah disulap menjadi ruang ekonomi beromzet ratusan juta rupiah.
Baca Esai Lengkap