Peneliti Human-Computer Interaction & AI Biomedis UGM
“Teknologi antarmuka manusia dan komputer bukan sekadar soal membuat gawai canggih yang memukau mata, melainkan bagaimana kecerdasan buatan mampu membaca kerapuhan fisik manusia dan menolongnya pulih.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Menyelesaikan pendidikan magister dan doktor dalam bidang Human-Computer Interaction (HCI) di Tokai University Jepang, Dr. Eng. Sunu Wibirama adalah salah satu periset terdepan Indonesia yang memadukan komputasi kecerdasan buatan, pelacakan pandangan mata (eye-tracking), dan rekayasa biomedis presisi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Karya-karya riset terapan Sunu berfokus pada instrumen diagnostik kesehatan non-invasif berbiaya rendah—mulai dari deteksi dini gangguan saraf motorik pada pasien stroke, sistem pemantauan kelelahan pengemudi transportasi publik, hingga alat bantu komunikasi bagi penyandang disabilitas fisik total (ALS) menggunakan pergerakan pupil mata.
Sunu mendedikasikan ilmunya untuk kemanusiaan: konsisten membimbing ratusan mahasiswa rekayasa biomedis lokal dan mematenkan instrumen medis terjangkau agar rumah sakit di daerah terpencil dapat memiliki alat diagnostik berkualitas tinggi.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Meneliti interaksi visual manusia dan komputer di Tokai University, mengembangkan algoritma pelacakan pandangan mata 3D presisi tinggi.
Membangun laboratorium riset antarmuka biomedis di DTETI FT UGM dan mematenkan sistem deteksi kelelahan mata untuk keselamatan transportasi.
Mengembangkan perangkat bantu komunikasi bagi pasien lumpuh total dan sistem AI pembacaan citra medis retina untuk deteksi komplikasi diabetes.
Alat pemantau pergerakan pupil mata berkecepatan tinggi untuk mendeteksi disfungsi neurologis dan rehabilitasi stroke secara presisi.
Sensor kamera cerdas yang membaca pola kedipan mata dan posisi kepala pengemudi bus/truk untuk mencegah kecelakaan di jalan tol.
Keyboard virtual yang dikendalikan murni oleh kedipan dan arah pandang mata bagi pasien yang kehilangan kemampuan bicara dan motorik.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Alat pemantau pergerakan pupil mata berkecepatan tinggi untuk mendeteksi disfungsi neurologis dan rehabilitasi stroke secara presisi.
Sensor kamera cerdas yang membaca pola kedipan mata dan posisi kepala pengemudi bus/truk untuk mencegah kecelakaan di jalan tol.
Kisah haru di balik pengembangan teknologi asistif eye-tracking bagi pasien penyakit saraf ALS di Yogyakarta.
Baca Esai LengkapPentingnya memproduksi instrumen biomedis di dalam negeri agar biaya pengobatan rakyat kecil tidak melambung tinggi.
Baca Esai Lengkap