Komika, Penulis Skenario & Sutradara Satir Ketimpangan Indonesia Timur
“Indonesia Timur bukan sekadar pemanis eksotis di layar kaca yang hanya dieksploitasi keindahan alamnya; suara, air mata, dan ketimpangan pembangunan kami adalah denyut nadi yang menuntut keadilan Republik.”

Dokumentasi terkurasi mengenai visi, perjuangan, dan kontribusi nyata bagi ekosistem lokal.
Lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan menyelesaikan studi Perencanaan Wilayah dan Kota di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Satriaddan Maharinga Djati (Arie Kriting) membawa bekal analisis tata ruang kota ke atas panggung komedi tunggal.
Kala panggung komedi Jakarta dipenuhi lelucon khas anak metropolitan, Arie menggebrak dengan persona kedaulatan Indonesia Timur yang bangga, cerdas, dan sarat kritik tajam atas sentralisme Jawa, rasisme terselubung di layar kaca, hingga eksploitasi kekayaan alam Papua dan Maluku yang tidak menetes ke perut warga lokal.
Melalui karya penyutradaraan dan skenario film layar lebar, Arie konsisten membela kaum marjinal: membuktikan bahwa tawa yang lahir dari getirnya ketimpangan sosial adalah instrumen ampuh untuk menggugah kesadaran persatuan bangsa yang berkeadilan.
CATATAN REDAKSI & TELAAH WACANA
SEKTOR LOKAL | KURASI INDEPENDEN
Menjadi juara Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV dengan materi kritik ketimpangan pembangunan Indonesia Timur yang fenomenal.
Menulis skenario film box office (Susah Sinyal, Warkop DKI Reborn) dan aktif memimpin kampanye toleransi kemanusiaan melawan rasisme.
Menyutradarai karya sinema dan menggelar tur komedi tunggal Ilmu Gagal membedah perjalanan hidup melawan stigma sosial.
Pertunjukan komedi tunggal yang membedah kegagalan, penolakan sosial, dan kebanggaan berdiri sebagai orang timur di ibu kota.
Karya naskah film layar lebar yang mengangkat realitas ketiadaan sinyal telekomunikasi dan ketimpangan fasilitas daerah pelosok.
Aksi vokal membela mahasiswa dan warga Indonesia Timur dari diskriminasi perlakuan hukum dan stigma rasial.
Karya mandiri, platform terapan, dan produk bernilai tambah yang dapat diakses, dibeli, atau didukung secara langsung.
Pertunjukan komedi tunggal yang membedah kegagalan, penolakan sosial, dan kebanggaan berdiri sebagai orang timur di ibu kota.
Karya naskah film layar lebar yang mengangkat realitas ketiadaan sinyal telekomunikasi dan ketimpangan fasilitas daerah pelosok.
Catatan Arie Kriting tentang bagaimana materi komedinya adalah bentuk jeritan atas ketiadaan listrik dan jalan aspal di pelosok.
Baca Esai LengkapPentingnya memperlakukan warga Indonesia Timur secara setara dalam hukum, kesempatan kerja, dan representasi media.
Baca Esai Lengkap