WARGA LOKAL/LENSA 07
07 | Penjaga Tawa

Menertawakan Kemunafikan

Ketika humor menjadi cara untuk tetap waras menghadapi kenyataan.

Pertanyaan Temuan Kunci:

“Siapa yang menggunakan humor untuk membuat sesuatu yang serius tidak bisa lagi diabaikan?”

Tawa tidak selalu berarti melupakan masalah atau lari dari kenyataan. Sering kali, justru lewat kelakar yang tepat sasaran, sebuah persoalan yang rumit, busuk, dan menakutkan dapat dilihat secara terang benderang tanpa rasa gentar.

Para penjaga tawa menggunakan seni komedi tunggal, penulisan naskah satir, dan dialektika humor sebagai instrumen pendidikan publik untuk membedah borok kebijakan serta menertawakan kemunafikan kekuasaan.

JEJAK REKAM & BUKTI LAPANGAN

Figur Terkurasi di Dalam Laci Ini

Orang-orang yang melalui rekam jejak, keberanian, dan karyanya menjawab pertanyaan temuan di atas secara nyata di lapangan.

Pandji Pragiwaksono

Pelopor Stand-Up Comedy Indonesia, Pendiri Comika Corp & Komika Satir Politik

Penjaga Tawa
Arie Kriting

Komika, Penulis Skenario & Sutradara Satir Ketimpangan Indonesia Timur

Penjaga Tawa
Abdur Arsyad

Komika, Penulis Skenario, Master Matematika & Kritikus Kebijakan Publik Satir

Penjaga Tawa
Bintang Emon

Komika & Kreator Konten Satir Sosial-Politik (Penggagas Serial Viral 'DPO')

Penjaga Tawa
Mamat Alkatiri

Komika, Podcaster & Pengkritik Realitas Sosial Ketimpangan Papua

Penjaga Tawa
Sadana Agung Sulistya

Komika Satir Perdesaan, Aktor Sinema & Penggerak Guyub Tani Kebumen

Penjaga Tawa
Bene Dion Rajagukguk

Komika, Penulis Skenario & Sutradara Sinema Fenomena 'Ngeri-Ngeri Sedap'

Penjaga Tawa
Yono Bakrie

Komika, Juara Stand Up Comedy Indonesia IX & Penyuara Realitas Kelas Pekerja

Penjaga Tawa
Nopek Novian

Komika, Penutur Kisah Tani Gurem Madiun & Kreator Komedi Komunal

Penjaga Tawa
Dustin Tiffani

Komika Absurd, Kreator Komedi Kelas Pekerja & Ikon Spontanitas Nusantara

Penjaga Tawa
LANJUTKAN PENJELAJAHAN (DISCOVERY LOOP)

Lensa Selanjutnya: Pencerah Generasi

“Meretas Batas Kelas”

BUKA LENSA 08